Stunting Bisa Berdampak Pada Perekonomian Negara

Stunting Bisa Berdampak Pada Perekonomian Negara

Stunting Bisa Berdampak Pada Perekonomian Negara

Berita Terbaru РStunting atau kekurangan gizi parah di 1. 000 hari pertama anak sampai umur 2 tahun, berisiko merugikan ekonomi Indonesia. Problem ini jelas merusak kwalitas generasi penerus Bangsa di dalam bonus demografi yang berlangsung sekarang ini. Stunting Bisa Berdampak Pada Perekonomian Negara

Stunting Bisa Berdampak Pada Perekonomian Negara

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mencatat sembilan juta anak Indonesia alami stunting saat ini. Jumlah itu menyebar baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengutarakan, bila tidak ditanggulangi, stunting bisa menyebabkan kerugian ekonomi untuk negara sebesar 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun.

” Bila PDB negara Rp13. 000 triliun pada 2017, jadi diprediksikan potensi kerugian karena stunting bisa menjangkau Rp300 triliun per tahun, ” tutur Bambang diambil dari keterangan resminya, Senin 2 April 2018.

Karenanya Bambang menyatakan, perlakuan masalah stunting di Indonesia mesti dikerjakan dengan pendekatan multi-sektor, yakni melibatkan 17 kementerian/lembaga (K/L) teknis serta kementerian koordinator.

Bukan sekedar itu, kerja sama juga dengan beberapa pemangku kepentingan pembangunan, diantaranya pemerintah daerah, dunia usaha, kelompok orang-orang madani, organisasi profesi serta akademisi, partner pembangunan, harus juga dilakukan.

” Pemerintah mengharapkan bisa menggalang komitmen kepala daerah, dan tingkatkan keterlibatan beberapa pemangku kepentingan dengan bersama menghindar serta menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.

Dia mencontohkan untuk meyakinkan praktek pengasuhan yang baik, Kementerian Kesehatan bertindak sediakan service kesehatan untuk ibu hamil, remaja serta anak, dan pendidikan gizi serta pemberdayaan masyarakat. Untuk tingkatkan akses keluarga pada makanan bergizi memerlukan dua lembaga.

Kementerian Pertanian bertindak meningkatkan kebun keluarga serta pemberian bibit ternak pada keluarga, sementara Kementerian Kelautan serta Perikanan bertindak menggalakan pembuatan kolam ikan serta memasyarakatkan gemar makan ikan.

Disamping itu lanjutnya, untuk tingkatkan akses masyarakat ke air bersih serta sanitasi, peranan Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat juga diperlukan. Sedang di tingkat daerah, aparat desa diharapkan bisa bertindak menggali potensi lokal untuk mendorong perbaikan gizi lewat pemberdayaan masyarakat setempat.

” Serta yang tidak kalah penting dan jadi kunci keberhasilan penurunan stunting yaitu masyarakat itu sendiri, yakni dengan cara mempunyai kesadaran serta berperilaku hidup sehat dan alur makan gizi seimbang, ” tegasnya.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *