Inflasi Bulan Maret Terdorong Oleh Cabai Dan Pertalite

Inflasi Bulan Maret Terdorong Oleh Cabai Dan Pertalite

Inflasi Bulan Maret Terdorong Oleh Cabai Dan Pertalite

Berita Terbaru – Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Maret sebesar 0, 2 persen dengan Indeks Harga Konsumen 132, 58 poin. Dengan hal tersebut, inflasi tahun kalender Januari-Maret menjangkau 0, 99 persen dengan inflasi tahun ke tahun sebesar 3, 4 persen. Inflasi Bulan Maret Terdorong Oleh Cabai Dan Pertalite

Inflasi Bulan Maret Terdorong Oleh Cabai Dan Pertalite

Kepala BPS, Suhariyanto, menyebutkan, untuk inflasi inti pada Maret 2018 terdaftar sebesar 0, 19 persen. Inflasi inti tahun kalender 2018 sebesar 0, 76 persen serta tingkat inflasi komponen inti dengan tahun ke tahun 2, 67 persen.

” Dengan memerhatikan tujuan yang dipasang pemerintah di APBN-P sebesar 3, 5 persen, jadi angka inflasi Maret 2018 terbilang teratasi, ” kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin 2 April 2018.

Suhariyanto menuturkan, dari pemantauan di 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), terdaftar 57 kota terjadi inflasi, sedang 25 kota yang lain alami deflasi.

Untuk inflasi teratas terjadi di kota Jayapura sebesar 2, 10 persen. Disamping itu, inflasi paling rendah terjadi di Sumenep 0, 01 persen. Deflasi teratas terjadi di Tual sebesar 2, 30 persen serta paling rendah terjadi di Bulukumba 0, 01 persen.

” Bila diliat secara tahun ke tahun, perubahannya menggembirakan, karna pada Maret 2018 sebesar 3, 40 persen, atau lebih kecil dibanding Maret 2017 sebesar 3, 61 persen, ” katanya.

Dia juga memaparkan, inflasi Maret 2018 terbesar disumbang oleh bahan makanan yaitu terjadi inflasi sebesar 0, 14 persen. Disusul oleh transportasi, komunikasi serta jasa keuangan dengan inflasi 0, 28 persen. Keduanya masuk dalam indeks kelompok pengeluaran dengan andil sebesar 0, 05 persen.

Untuk kelompok pengeluaran bahan makanan, kata Suhariyanto, yang pertama memberi sumbangan paling besar pada inflasi yaitu cabai merah terlebih harga bumbu-bumbuan yang andilnya 0, 02 persen, bawang merah serta bawang putih 0, 04 persen, dan sebagian sayuran.

” Kembali karna aspek cuaca beberapa bahan ini alami kenaikan harga, ” katanya.

Disamping itu, lanjut dia, untuk kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi serta jasa keuangan, andil yang terbesar yaitu ada kenaikan bahan bakar minyak, seperti pertalite dan pertamax.

” Jadi andil bensin ini lumayan besar dengan bobotnya 3, 39 persen. Dengan kenaikan harga pertamax serta pertalite hingga berikan andil 0, 04 persen, ” tutur Suhariyanto.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *